Anak Mau Penjarakan Ibu kandung karena Motor, Polisi: Saya Bayar Rp15 Juta tapi Anda Sujud, Minta Maaf

Nama Mahsun (40) kini menjadi viral dikenal oleh warganet seusai dirinya mempolisikan ibunya sendiri Kalsum (60) gara-gara persoalan motor yang dibeli dari hasil penjualan tanah warisan.

Seusai viral insiden tersebut, Kalsum bercerita bahwa dirinya juga pernah mendapat perlakuan buruk dari Mahsun mulai dari serangan secara fisik hingga verbal.


Namun semua pernyataan Kalsum itu dibantah langsung oleh Mahsun.

Mahsun mengatakan semua yang diceritakan oleh ibunya tidaklah benar.

Ia bahkan menganggap ibunya hanya ingin menjelek-jelekkan namanya.

"Ibu itu hanya ingin menjelek-jelekan saya, dia bilang diancam, dipukul, merasa dia aja yang paling benar. Ibu macam apa itu kalau begitu caranya," kata M saat dikonfirmasi via telepon.

Kemudian terkait soal motor, Mahsun keberatan saat Kalsum menaruh motor tersebut di tempat lain.

"Motor itu dia bawa ke rumah saudaranya, padahal itu kita beli dari harta warisan. Jadi saya juga punya hak terhadap motor itu, itu yang saya keberatan" kata M.

Kalsum: Dikatain Kotor, Ditonjok Pernah

Seperti yang diketahui M mempolisikan ibunya hanya karena masalah motor sebesar Rp 15 juta.

Laporan itu pun ditolak langsung oleh Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono yang menyayangkan sikap M terhadap Kalsum.

Selain dilaporkan ke polisi, Kalsum mengaku dirinya juga pernah diperlakukan kasar oleh anaknya tersebut.

Kalsum merasa sedih karena mendapat perlakuan yang buruk dari anak kandungnya sendiri.

"Perasaan sedih, dia anak kandung saya, keluar dari rahim saya, bukan anak tiri, hati saya merasa sedih," kata Kalsum dalam bahasa Sasak ditemui Kompas.com, Senin (29/6/2020).

Kalsum mengatakan banyak perlakuan buruk yang dilakukan oleh M mulai dari kekerasan fisik, hingga kekerasan verbal.

"Dia sering katain saya kotor, ditonjok pernah, dia juga sering menyuruh saya pergi (diusir)" kata Kalsum dengan meneteskan air mata.

Meskipun kerap mendapat perlakuan yang tak sepatutnya dilakukan oleh anak sendiri, Kalsum tetap mendoakan yang terbaik bagi M.

Pihak kepolisian mengatakan M merasa keberatan ketika motor yang dibeli dari hasil menjual tanah warisan justru digunakan oleh saudaranya.

"Si anak (pelapor) menjual tanah bapaknya Rp 200 juta, ibu nya dikasih Rp 15 juta, kemudian belilah motor ibunya. Kemudian motor itu dia pakai sama saudaranya, si anak keberatan," kata Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono.

Laporan Ditolak Mentah-mentah

Seperti yang diketahui, video M melaporkan ibunya sendiri ke pihak kepolisian langsung viral di media sosial.

Alih-alih ditanggapi oleh pihak kepolisian, M justru dinasihati habis-habisan oleh Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono.

Dikutip dari YouTube Tribun Timur, Senin (29/6/2020), AKP Priyo meminta agar M justru meminta maaf kepada Kalsum.

AKP Priyo menyayangkan sifat buruk M terhadap Kalsum.

Ia bahkan tak segan siap mengeluarkan uang untuk mengganti motor milik M.

AKP Priyo memperingatkan bahwa M akan menyesal telah berlaku buruk terhadap ibu kandungnya sendiri.

"Ketika Ibu Anda sudah almarhum, Anda mau meminta maaf, tidak bisa lagi bos," ucap AKP Priyo.

Ia menekankan dirinya tidak mau menindaklanjuti laporan yang diajukan oleh M.

Nampak rasa kesal dan emosi dirasakan oleh AKP Priyo yang tak habis pikir mengapa M tega mempolisikan Kalsum.

Kalsum yang turut hadir di situ, sesekali berbicara dengan sesenggukkan dan mengelap air mata di wajahnya.

"Sekarang cuma gara-gara motor Masyaallah," tutur AKP Priyo yang heran melihat M tega mempolisikan kalsum.

"Ingat, mau salat jungkir balik, mau sedekahnya bermilyar-milyar, mau puasanya berapa lama, tapi berselisih dengan ibu, mohon maaf bos, surga blacklist (tidak bisa masuk surga -red)," papar AKP Priyo. (tribunnews.com)
loading...

Belum ada Komentar untuk "Anak Mau Penjarakan Ibu kandung karena Motor, Polisi: Saya Bayar Rp15 Juta tapi Anda Sujud, Minta Maaf"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel