Tak Hanya Gantikan UN, 3 Bagian Ini yang Diterapkan Nadiem Makarim Pada Asesmen Nasional Pendidikan

Ruangguru.my.id_Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan Asesmen Nasional yang dirancang tidak hanya sebagai pengganti Ujian Nasional dan Ujian sekolah Berstandar Nasional.

Namun, sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan.

Dikutip oleh Pikiranrakyat-Bekasi.com dari situs resmi Sekretariat Kabinet, Setkab.go.id pada Minggu, 11 Oktober 2020, karena peningkatan sistem evaluasi pendidikan adalah bagian dari kebijakan Merdeka Belajar yang didukung penuh oleh Presiden Joko Widodo.

Tujuan utama dari evaluasi pendidikan yakni mendorong mutu pembelajaran dan hasil belajar para peserta didik.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam pernyataan yang diunggah pada akun Twitter resmi Kemendikbud @Kemdikbud.ri pada Sabtu, 10 Oktober 2020 kemarin.

Nadiem Makarim menegaskan, perubahan mendasar pada Asesmen Nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian murid secara individu.

Namun, mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.

“Potret layanan dan kinerja setiap sekolah dari hasil Asesmen Nasional ini kemudian menjadi cermin untuk kita bersama-sama melakukan refleksi mempercepat perbaikan mutu pendidikan Indonesia,” kata Nadiem.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan Asesmen Nasional yang dirancang tidak hanya sebagai pengganti Ujian Nasional dan Ujian sekolah Berstandar Nasional.

Namun, sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan.

Dikutip oleh Pikiranrakyat-Bekasi.com dari situs resmi Sekretariat Kabinet, Setkab.go.id pada Minggu, 11 Oktober 2020, karena peningkatan sistem evaluasi pendidikan adalah bagian dari kebijakan Merdeka Belajar yang didukung penuh oleh Presiden Joko Widodo.

Tujuan utama dari evaluasi pendidikan yakni mendorong mutu pembelajaran dan hasil belajar para peserta didik.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam pernyataan yang diunggah pada akun Twitter resmi Kemendikbud @Kemdikbud.ri pada Sabtu, 10 Oktober 2020 kemarin.

Nadiem Makarim menegaskan, perubahan mendasar pada Asesmen Nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian murid secara individu.

Namun, mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.

“Potret layanan dan kinerja setiap sekolah dari hasil Asesmen Nasional ini kemudian menjadi cermin untuk kita bersama-sama melakukan refleksi mempercepat perbaikan mutu pendidikan Indonesia,” kata Nadiem.

“Asesmen Nasional pada tahun 2021 dilakukan sebagai pemetaan dasar (baseline) dari kualitas pendidikan yang nyata di lapangan sehingga tidak ada konsekuensi bagi sekolah maupun murid,” kata Nadiem Makarim.

Sementara, menurutnya, Kemendikbud juga akan membantu sekolah dan dinas pendidikan dengan cara menyediakan laporan hasil asesmen yang menjelaskan profil kekuatan dan area perbaikan di tiap sekolah dan daerah.

Nadiem Makarim menambahkan, dalam menghadapi Asesmen Nasional 2021 para guru, kepala sekolah, murid, dan orang tua tidak perlu melakukan persiapan khusus maupun tambahan.

"Justru akan menjadi beban psikologis tersendiri," lanjutnya.

“Tidak usah cemas, tidak perlu bimbel khusus untuk Asesmen Nasional. Mari kita semua bersama-sama mendukung pelakanaan Asesmen Nasional mulai tahun 2021 sebagai bagian dari reformasi pendidikan Indonesia,” katanya.***

loading...

Belum ada Komentar untuk "Tak Hanya Gantikan UN, 3 Bagian Ini yang Diterapkan Nadiem Makarim Pada Asesmen Nasional Pendidikan"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel